MAKALAH PROBLEMATIKA KESEHATAN ANAK
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Gizi dan keshatan dapat diartikan sebagai suatu hal yang mendatangkan sehat atau kebalikan dengan diberikan zat makanan yang dibutuhkan tubuh. Dalam memberikan makanan bayi ASI merupakan makanan utama, sedang lainnya sebagai makanan pelengkap. Anak usia 0-6 tahun sangat rentan terhadap penyakit gizi. Mereka boleh diajari makan sendiri, dengan cara mencicipi makanan yang lunak, tidak pedas dan tidak merangsang. Pemberian makanan manis pada anak usia dini tidak boleh terlalu banyak supaya tidak terjadi karies (gigi berlubang), oleh karena itu anak perlu belajar menggosok gigi. Pada usia 4-6 tahun kebutuhan nutrient anak relative kurang, sebab anak sudah bisa memilih makanan sendiri, untuk itu oengertian tentang nilai tentang gizi boleh diajarkan.
Kesehatan dan gizi anak sangat penting untuk diperhatikan sejak dini mulai dari dalam kandungan. Kesehatan dan gizi itu sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang mendapat gizi yang seimbang dan sehat akan tumbuh menjadi manusia yang berkualitas. Sejak anak masih dalam kandungan kesehatan dan gizi perlu diperhatikan, melalui ibunya. Cara mengusahakannya, antara lain dengan memberikan kebiasaan untuk berdisiplin.
Selain gizi dan kesehatan yang juga penting untuk diperhatikan ada;lah potensi anak, hal ini dikembangkan jika anak sehat secara fisik maupun mentalnya. Perawatan kesehatan pada anak usia dini dapat diawali dari pemberian makanan yang sehat dan menjaga kebersihan. Pemberian makanan yang sehat dan menjaga kesehatan, mendidik anaka untuk menanamkan kebiasan hidup sehat. Makanan yang diberikan kepada anak harus sesuai dengan kebutuhan gizi dan kebutuhan anak. Anak yang alergi terhadap makanan tertentu berikan makanan pengganti untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Pengembangan potensi anak secara menyeluruh dapat dilakukan melalui stimulasi yang cukup. Stimulasi dini perlu dilakukan sejak bayi lahir, bahkan sejak dalam kandungan. Rangsangan dfilakukan setiap hari pada semua system indra, gerak jasar dan halus, mengajak berkomunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan, serta pikiran bayi dan balita. Stimulasi sebaiknya dilakukan terus-menerus saat berinteraksi dengan bayi/balita dan dilakukan dalam suasana menyenangkan dan penuh kasih sayang.
B. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan ini adalah :
1. Memenuhi suatu tugas mata kuliah gizi dan kesehatan anak.
2. Mencoba menggali permaslahan gizi dan kesehatan anak yang penulis hadapi di TK Dharma Wanita Desa Tugurejo.
3. Menemukan alternatif pemecahan masalah mengenai gizi dan kesehatan anak di TK Dharma Wanita Desa Tugurejo
4. Meningkatkan kwalitas dan profesionalisme guru
5. Sebagai bentuk sumbangsih bagi TK Dharma Wanita Desa Tugurejo untuk bersama mencari jalan yang terbaik bagi semua pihak dalam rangka peningkatan gizi dan kesehatan anak.
BAB II
PELAKSANAAN TUGAS
A. URAIAN PEKERJAAN
Jabatan guru adalah sebuah jabatan professional. Seorang professional diharapkan mampu dan menguasai bidang tugasnya dengan baik salah satu tugas guru adalah membimbing perkembangan anak didiknya, mengenal dan memahami tugas-tugas perkembangan serta memahami fase-fase perkembangan anak didiknya. Berikut ini adalah tugas lain yang berhubungan dengan gizi dan kesehatan :
1. Guru menjelaskan dan menjaga anak didik dari bahaya kecelakaaan yang mungkin terjadi dalam lingkungan sekolah
2. Mengajarkan kesehatan kepada anak mulai dari bagaimana menjaga kebersihan dan bahaya akibat jika tidak mau menjaga kebersihan.
3. Bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk meminta bantuan berupa obat dan vitamin. Dan sekali waktu datang kesekolah untuk memeriksa anak didik TK.
4. Menyiapkan sarana dan prasarana untuk anak, misalnya menyiapkan air, sabun, serbet untuk cuci tangan.
5. Selalu menjaga kebersihan dengan cara membersihkan ruangan dan lingkungan kelas setiap hari.
6. Selalu siap untuk mengantarkan anak didik ke puskesmas jika sewaktu-waktu ada anak sakit di sekolah.
B. KENDALA PERMASALAHAN
1. Gigi merupakan organ yang penting dalam proses pencernaan. Pada umumnya anak mempunyai maslah pada giginya antara lain gigi berlubang, keropos/gigis karena factor makanan yang manis-manis.
2. Hamper setiap anak kecil pernah mengalami flu dan bayuk, memang diusianya anak rentang terhadap penyakit, apalagi kalau daya tahan tubuhnya sedang menurun tak hanya mengganggu kesenangannya bermain tapi juga proses belajarnya.
Pada dasarnya flu merupakan penyakit yang menular yang disebabkan oleh virus influenza. Virus itu menyerang alat pernafasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan, dan sering kali datang mendadak gejalanya antara lain demam, menggigil, nyeri otot, pusing, batuk, hidung berair, sakit tenggokan, sakit kepala dan tidak nafsu makan. Pada balita kang-kadang disertai mual, muntah, bahkan diare.
C. PEMECAHAN MASALAH
1. SAKIT GIGI
Mengajari anak mengenai manfaat berkunjung ke dokter gigi memang sangat penting, terutama untuk mengatasi anggapan kalau kedokter gigi itu sangat menakutkan karena alat-alatnya yang menyeramkan. Manfaat lain adalah untuk mendeteksi dengan cepat jika ada kerusakan gigi seperti belubang (caries) pada gigi sulung secara dini akan mempengaruhi tumbuhnya gigi tetap (permanen) yang baik. Pada kunjungan pertama biasanya dilakukan pemeriksaan gigi dan gusi tanpa pengenalan alat alat bor yang dianggap menakutkan anak-anak. Dokter gigi biasanya hanya membersihkan lubang dengan kapas/ekscavator sehingga anak-anak tidak merasa sakit. Pada kunjungan berikutnya dapat dilakukan perawatan lebih komplek seperti penambalan dengan bor.
Sebaiknya anak dikenalkan dengan dokter gigi dan perawatannya sejak umur 2 tahun yaitu saat seluruh gigi sulung sudah tumbuh semua. Sedangkan perawatan gigi sebaiknya dilakukan pada kunjungan pertama adalah dengan perawatan yang seminimal mungkin dan sedikit pengenalan alat-alatnya, misalnya anak diajarkan main dokter-dokteran yang tujuannya menanamkan pada dirinya kalau berkunjung ke dokter gigi itu bukan sesuatu yang menyeramkan sehingga pada kunjungan berikutnya anak lebih berani, selain itu juga mengenai cara menggosok gigi dengan baik dan benar.
Kondisi gigi sikecil sangat menentukan kreatifitasnya. Apa jadinya jika gigi anak sering sakit? Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk membuat anak makin senang merawat gigi.
Perlihatkan gambar-gambar yang menarik mengenai gigi.
Ajak anak berinteraksi menggosok gigi bersama, biarkan ia melakukannya sendiri dari mulai mengambil sikat gigi, mengoleskan pasta gigi kesukaannya sampai menirukan gerakan-gerakan menyikat gigi.
Tekankan pada anak untuk menyikat giginya minimal dua kali sehari terutama malam hari sebelum tidur, tentu saja pilihkan pasta gigi yang mengandung fluoride yang penting gar gigi kuat dan sehat.
2. FLU DAN BATUK
Lebih cepat ibu mengatasi gejala flu dan batuk anak akan lebih baik, selain untuk meringankan penderitaan anak, juga untuk menghindari anggota keluarga lainnya tertular. Flu memang dapat hilang dengan sendirinya jika anak mempunyai daya tahan tubuh yang baik. Tetapi bila dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan komplikasi radang pada saluran pernafasan bawah dan paru-paru. Bagaimana cara mengatasi flu dan batuk pada anak? Sebaiknya biarkan anak beristirahat dirumah untuk beberapa hari, hindari kontak langsung dengan angin dan hawa dingin, lalu obati anak, pilihlah obat flu dan batuk untuk anak yang mengandung paracetamol yang membantu menurunkan panas demam serta meringankan rasa sakit, juga pilih obat yang mengandung pseudoephedrine HCl yang berfungsi mringankan hidung tersumbat sehingga melegakan nafas. Gliseril Guaiakolat untuk meredakan batuk berdahak dan Klorfeniramina Maleat untuk meredakan gejala alergi seperti bersin-bersin pada influenza.
Jika dalam lima hari kondisi anak belum juga membaik bawa anak kedokter anak jangan sampai flu dan batuk mengganggu aktivitas sehari-hari. Senangnya melihat selalu sehat, ceria dan aktif.
BAB III
RENCANA KEDEPAN
A. PENINGKATAN KEPRIBADIAN
Pembiasaan merupakan bagian penting dalam tahapan p-enalaran dimana anak-anak dapat mengembangkan kecakapan hidup yang bertujuan mengembangkan kesimpulan mencintai diri-sendiri yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak melalui pembiasaan diantaranya adalah :
1. Selalu membantu dan mengingatkan anak untuk selalu mencuci tangan sebelumdan sesudah makan
2. Memberikan hadiah berupa pujian acungan jempol pada anak yang mau membuang sampah pada tempatnya.
3. Membiasakan siswa agar mau berbagi makanan dengan teman/ mau menghargai diri-sendiri dan orang lain.
4. Menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan agar anak dapat belajar dengan nyaman dan aman
5. Menciptakan kesabaran dan keiklhasan dalam mendidik dan membimbing siswa dan tidak membedakan siswa satu dengan yang lainnya.
B. PENINGKATAN KOMPETENSI
Upaya kesehatan anak didik TK sangat penting karena mencakup aspek promotif dalam pembudayaan hidup bersih dan sehat. Lingkungan sekolah sehat, mencegah dan mendeteksi secara dini timbulnya penyakit serta tindak lanjutnya berupa penanganan penyakit pada anak secara sederhana.
Untuk itu guru perlu melakukan berbagai upaya demi terlaksananya upaya kesehatan tersebut misalnya :
1. Guru bekerja sama dengan anak didik dan orang tua serta Dinas Kesehatan
2. Mau belajar dengan mengikuti pelatihan tentang kesehatan dan gizi anak
3. Guru dengan sabar selalu mengulang-ulang menjelaskan kepada anak didik dengan pembiasaan hidup bersih
4. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk kuku, kulit, rambut, memantau berat badan, tinggi badan, mengukur lingkar lengan dan lingkar kepala 1 bulan sekali.
5. Menyediakan obat-obat serta mempersiapkan perangkatan pembelajaran serta media secara tertib
6. Selalu berusaha mengembangkan kretifitas dan berinovasi dalam pembelajran terutama dalam menjelaskan mengenai gizi dan kesehatan
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Kesehatan dan gizi anak sangat enting untuk diperhatikan sejak dini mulai dari dalam kandungan. Kesehatan dan gizi itu sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, anak yang mendapatkan gizi seimbang dan sehat akan tumbuh menjadi manusia yang berkualitas.
Selain gizi, kesehatan juga sangat penting untuk diperhatikan adalah potensi anak. Hal ini dapat dikembangkan jika anak sehat secara fisik maupun mentalnya.
Agar anak selalu sehat dan bersih anak harus disiasakan :
Cuci tangan sehabis beraktivitas
Gosok gigi sehabis makan dan mau tidur
B. SARAN
1. Diharap bagi orang tua untuk selalu memperhatikan tentang kesehatan anak
2. Membiasakan hidup bersih.
DAFTAR PUSTAKA
Soegeng, Santoso & Anne Lies Ranti (1999) Kesehatan & gizi Jakarta. Rineka Cipta
Makanan untuk tumbuh kembang seri Ayah Bunda Little Cool
Internet
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Gizi dan keshatan dapat diartikan sebagai suatu hal yang mendatangkan sehat atau kebalikan dengan diberikan zat makanan yang dibutuhkan tubuh. Dalam memberikan makanan bayi ASI merupakan makanan utama, sedang lainnya sebagai makanan pelengkap. Anak usia 0-6 tahun sangat rentan terhadap penyakit gizi. Mereka boleh diajari makan sendiri, dengan cara mencicipi makanan yang lunak, tidak pedas dan tidak merangsang. Pemberian makanan manis pada anak usia dini tidak boleh terlalu banyak supaya tidak terjadi karies (gigi berlubang), oleh karena itu anak perlu belajar menggosok gigi. Pada usia 4-6 tahun kebutuhan nutrient anak relative kurang, sebab anak sudah bisa memilih makanan sendiri, untuk itu oengertian tentang nilai tentang gizi boleh diajarkan.
Kesehatan dan gizi anak sangat penting untuk diperhatikan sejak dini mulai dari dalam kandungan. Kesehatan dan gizi itu sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang mendapat gizi yang seimbang dan sehat akan tumbuh menjadi manusia yang berkualitas. Sejak anak masih dalam kandungan kesehatan dan gizi perlu diperhatikan, melalui ibunya. Cara mengusahakannya, antara lain dengan memberikan kebiasaan untuk berdisiplin.
Selain gizi dan kesehatan yang juga penting untuk diperhatikan ada;lah potensi anak, hal ini dikembangkan jika anak sehat secara fisik maupun mentalnya. Perawatan kesehatan pada anak usia dini dapat diawali dari pemberian makanan yang sehat dan menjaga kebersihan. Pemberian makanan yang sehat dan menjaga kesehatan, mendidik anaka untuk menanamkan kebiasan hidup sehat. Makanan yang diberikan kepada anak harus sesuai dengan kebutuhan gizi dan kebutuhan anak. Anak yang alergi terhadap makanan tertentu berikan makanan pengganti untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Pengembangan potensi anak secara menyeluruh dapat dilakukan melalui stimulasi yang cukup. Stimulasi dini perlu dilakukan sejak bayi lahir, bahkan sejak dalam kandungan. Rangsangan dfilakukan setiap hari pada semua system indra, gerak jasar dan halus, mengajak berkomunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan, serta pikiran bayi dan balita. Stimulasi sebaiknya dilakukan terus-menerus saat berinteraksi dengan bayi/balita dan dilakukan dalam suasana menyenangkan dan penuh kasih sayang.
B. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan ini adalah :
1. Memenuhi suatu tugas mata kuliah gizi dan kesehatan anak.
2. Mencoba menggali permaslahan gizi dan kesehatan anak yang penulis hadapi di TK Dharma Wanita Desa Tugurejo.
3. Menemukan alternatif pemecahan masalah mengenai gizi dan kesehatan anak di TK Dharma Wanita Desa Tugurejo
4. Meningkatkan kwalitas dan profesionalisme guru
5. Sebagai bentuk sumbangsih bagi TK Dharma Wanita Desa Tugurejo untuk bersama mencari jalan yang terbaik bagi semua pihak dalam rangka peningkatan gizi dan kesehatan anak.
BAB II
PELAKSANAAN TUGAS
A. URAIAN PEKERJAAN
Jabatan guru adalah sebuah jabatan professional. Seorang professional diharapkan mampu dan menguasai bidang tugasnya dengan baik salah satu tugas guru adalah membimbing perkembangan anak didiknya, mengenal dan memahami tugas-tugas perkembangan serta memahami fase-fase perkembangan anak didiknya. Berikut ini adalah tugas lain yang berhubungan dengan gizi dan kesehatan :
1. Guru menjelaskan dan menjaga anak didik dari bahaya kecelakaaan yang mungkin terjadi dalam lingkungan sekolah
2. Mengajarkan kesehatan kepada anak mulai dari bagaimana menjaga kebersihan dan bahaya akibat jika tidak mau menjaga kebersihan.
3. Bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk meminta bantuan berupa obat dan vitamin. Dan sekali waktu datang kesekolah untuk memeriksa anak didik TK.
4. Menyiapkan sarana dan prasarana untuk anak, misalnya menyiapkan air, sabun, serbet untuk cuci tangan.
5. Selalu menjaga kebersihan dengan cara membersihkan ruangan dan lingkungan kelas setiap hari.
6. Selalu siap untuk mengantarkan anak didik ke puskesmas jika sewaktu-waktu ada anak sakit di sekolah.
B. KENDALA PERMASALAHAN
1. Gigi merupakan organ yang penting dalam proses pencernaan. Pada umumnya anak mempunyai maslah pada giginya antara lain gigi berlubang, keropos/gigis karena factor makanan yang manis-manis.
2. Hamper setiap anak kecil pernah mengalami flu dan bayuk, memang diusianya anak rentang terhadap penyakit, apalagi kalau daya tahan tubuhnya sedang menurun tak hanya mengganggu kesenangannya bermain tapi juga proses belajarnya.
Pada dasarnya flu merupakan penyakit yang menular yang disebabkan oleh virus influenza. Virus itu menyerang alat pernafasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan, dan sering kali datang mendadak gejalanya antara lain demam, menggigil, nyeri otot, pusing, batuk, hidung berair, sakit tenggokan, sakit kepala dan tidak nafsu makan. Pada balita kang-kadang disertai mual, muntah, bahkan diare.
C. PEMECAHAN MASALAH
1. SAKIT GIGI
Mengajari anak mengenai manfaat berkunjung ke dokter gigi memang sangat penting, terutama untuk mengatasi anggapan kalau kedokter gigi itu sangat menakutkan karena alat-alatnya yang menyeramkan. Manfaat lain adalah untuk mendeteksi dengan cepat jika ada kerusakan gigi seperti belubang (caries) pada gigi sulung secara dini akan mempengaruhi tumbuhnya gigi tetap (permanen) yang baik. Pada kunjungan pertama biasanya dilakukan pemeriksaan gigi dan gusi tanpa pengenalan alat alat bor yang dianggap menakutkan anak-anak. Dokter gigi biasanya hanya membersihkan lubang dengan kapas/ekscavator sehingga anak-anak tidak merasa sakit. Pada kunjungan berikutnya dapat dilakukan perawatan lebih komplek seperti penambalan dengan bor.
Sebaiknya anak dikenalkan dengan dokter gigi dan perawatannya sejak umur 2 tahun yaitu saat seluruh gigi sulung sudah tumbuh semua. Sedangkan perawatan gigi sebaiknya dilakukan pada kunjungan pertama adalah dengan perawatan yang seminimal mungkin dan sedikit pengenalan alat-alatnya, misalnya anak diajarkan main dokter-dokteran yang tujuannya menanamkan pada dirinya kalau berkunjung ke dokter gigi itu bukan sesuatu yang menyeramkan sehingga pada kunjungan berikutnya anak lebih berani, selain itu juga mengenai cara menggosok gigi dengan baik dan benar.
Kondisi gigi sikecil sangat menentukan kreatifitasnya. Apa jadinya jika gigi anak sering sakit? Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk membuat anak makin senang merawat gigi.
Perlihatkan gambar-gambar yang menarik mengenai gigi.
Ajak anak berinteraksi menggosok gigi bersama, biarkan ia melakukannya sendiri dari mulai mengambil sikat gigi, mengoleskan pasta gigi kesukaannya sampai menirukan gerakan-gerakan menyikat gigi.
Tekankan pada anak untuk menyikat giginya minimal dua kali sehari terutama malam hari sebelum tidur, tentu saja pilihkan pasta gigi yang mengandung fluoride yang penting gar gigi kuat dan sehat.
2. FLU DAN BATUK
Lebih cepat ibu mengatasi gejala flu dan batuk anak akan lebih baik, selain untuk meringankan penderitaan anak, juga untuk menghindari anggota keluarga lainnya tertular. Flu memang dapat hilang dengan sendirinya jika anak mempunyai daya tahan tubuh yang baik. Tetapi bila dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan komplikasi radang pada saluran pernafasan bawah dan paru-paru. Bagaimana cara mengatasi flu dan batuk pada anak? Sebaiknya biarkan anak beristirahat dirumah untuk beberapa hari, hindari kontak langsung dengan angin dan hawa dingin, lalu obati anak, pilihlah obat flu dan batuk untuk anak yang mengandung paracetamol yang membantu menurunkan panas demam serta meringankan rasa sakit, juga pilih obat yang mengandung pseudoephedrine HCl yang berfungsi mringankan hidung tersumbat sehingga melegakan nafas. Gliseril Guaiakolat untuk meredakan batuk berdahak dan Klorfeniramina Maleat untuk meredakan gejala alergi seperti bersin-bersin pada influenza.
Jika dalam lima hari kondisi anak belum juga membaik bawa anak kedokter anak jangan sampai flu dan batuk mengganggu aktivitas sehari-hari. Senangnya melihat selalu sehat, ceria dan aktif.
BAB III
RENCANA KEDEPAN
A. PENINGKATAN KEPRIBADIAN
Pembiasaan merupakan bagian penting dalam tahapan p-enalaran dimana anak-anak dapat mengembangkan kecakapan hidup yang bertujuan mengembangkan kesimpulan mencintai diri-sendiri yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak melalui pembiasaan diantaranya adalah :
1. Selalu membantu dan mengingatkan anak untuk selalu mencuci tangan sebelumdan sesudah makan
2. Memberikan hadiah berupa pujian acungan jempol pada anak yang mau membuang sampah pada tempatnya.
3. Membiasakan siswa agar mau berbagi makanan dengan teman/ mau menghargai diri-sendiri dan orang lain.
4. Menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan agar anak dapat belajar dengan nyaman dan aman
5. Menciptakan kesabaran dan keiklhasan dalam mendidik dan membimbing siswa dan tidak membedakan siswa satu dengan yang lainnya.
B. PENINGKATAN KOMPETENSI
Upaya kesehatan anak didik TK sangat penting karena mencakup aspek promotif dalam pembudayaan hidup bersih dan sehat. Lingkungan sekolah sehat, mencegah dan mendeteksi secara dini timbulnya penyakit serta tindak lanjutnya berupa penanganan penyakit pada anak secara sederhana.
Untuk itu guru perlu melakukan berbagai upaya demi terlaksananya upaya kesehatan tersebut misalnya :
1. Guru bekerja sama dengan anak didik dan orang tua serta Dinas Kesehatan
2. Mau belajar dengan mengikuti pelatihan tentang kesehatan dan gizi anak
3. Guru dengan sabar selalu mengulang-ulang menjelaskan kepada anak didik dengan pembiasaan hidup bersih
4. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk kuku, kulit, rambut, memantau berat badan, tinggi badan, mengukur lingkar lengan dan lingkar kepala 1 bulan sekali.
5. Menyediakan obat-obat serta mempersiapkan perangkatan pembelajaran serta media secara tertib
6. Selalu berusaha mengembangkan kretifitas dan berinovasi dalam pembelajran terutama dalam menjelaskan mengenai gizi dan kesehatan
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Kesehatan dan gizi anak sangat enting untuk diperhatikan sejak dini mulai dari dalam kandungan. Kesehatan dan gizi itu sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, anak yang mendapatkan gizi seimbang dan sehat akan tumbuh menjadi manusia yang berkualitas.
Selain gizi, kesehatan juga sangat penting untuk diperhatikan adalah potensi anak. Hal ini dapat dikembangkan jika anak sehat secara fisik maupun mentalnya.
Agar anak selalu sehat dan bersih anak harus disiasakan :
Cuci tangan sehabis beraktivitas
Gosok gigi sehabis makan dan mau tidur
B. SARAN
1. Diharap bagi orang tua untuk selalu memperhatikan tentang kesehatan anak
2. Membiasakan hidup bersih.
DAFTAR PUSTAKA
Soegeng, Santoso & Anne Lies Ranti (1999) Kesehatan & gizi Jakarta. Rineka Cipta
Makanan untuk tumbuh kembang seri Ayah Bunda Little Cool
Internet

0 Comments to " "